SMAN 2 Rambah Hilir Buka PPDB Online TA 2020-2021

24 Jun 2020, 06:13:54 WIB

By Ari Fijri

SMAN 2 Rambah Hilir Buka PPDB Online TA 2020-2021
Kepsek SMAN 2 Rambah Hilir Nurman, didampingi para majelis guru.

PASIR PENGARAIAN - Di tengah Pandemi COVID-19, pihak SMAN 2 Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), tetap buka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 sistim via online.

Diakui Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 2 Rambah Hilir, Nurman S. Pd, bahwa penerimaan PPDB tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya. Kini pendaftaran penuh secara online, hal ini dikarenakan kondisi COVID 19.

Kepsek mengaku, SMAN 2 Rambah Hikir sekolah berbasis unggulan walaupun di tengah Pandemi COVID-19 tidak membuat sekolah berhenti mencetak generasi gemilang yang berpendidikan dan agamis.

"Ini hari ke-7 SMAN 2 Rambah Hilir melakukan PPDB, rencananya tahun ini kita akan menerima siswa baru sebanyak 180 siswa, terdiri dari berbagai jalur yang berbeda," kata Nurman.

Lanjut Nurman, sesuai kuota rencananya siswa jalur zonasi akan diterima 50 persen, sedangkan untuk jalur Afirmasi 15 persen, jalur pindah tugas 5 persen dan jalur prestasi sebanyak 30 persen.

"Pendaftaran masih dibuka hingga Kamis 25 Juni 2020 mendatang, sehingga masih ada sisa beberapa hari kedepan bagi calon siswa mendaftar di SMA kami secara online," sebutnya.

Nurman mengaku optimis, jumlah penerimaan siswa baru di SMAN 2 Rambah Hilir tahun ini akan terpenuhi.

Namun terdapat beberapa kelemahan dalam menggunakan sistem PPDB Online.

Baca Juga :

"Kelemahan dalam PPDB Online agak lambat, maklumlah karena lebih banyak menggunakan IT android. Sementara masyarakat masih awam, namun demikian PPDB di sekolah kami tetap lancar," jelasnya.

SMAN 2 Rambah Hilir kata Nurman lagi, telah menggunakan sistem PPDB Online sejak beberapa tahun sebelumnya.

"Sekolah kami sudah menggunakan sistem PPDB Online, dan tahun ini adalah tahun ke 4. Tapi yang sempurna tahun ini, karena seluruh sekolah ikut," jelasnya. Dirinya berharap, Pandemi COVID-19 segera berakhir, hingga proses belajar mengajar dapat kembali dilakukan di sekolah. (Fjr)

Rekomendasi Untuk Anda