Ratusan Massa KOJOM Demo PKS Era Sawita Terkait Limbah

13 Feb 2020, 16:00:53 WIB

By Ari Fijri

Ratusan Massa KOJOM Demo PKS Era Sawita Terkait Limbah
Massa kojom demo PT ERA SAWITA

KEPENUHAN - Ratusan massa dari LSM, masyarakat, dan mahasiswa tergabung dalam Koalisi Jaringan Organisasi Masyarakat (KOJOM) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Rabu (12/2/2020) menggelar aksi damai ke PKS PT. Era Sawita, di Kecamatan Kepenuhan.

Di depan gerbang pintu masuk PKS PT. Era Sawita, melalui pengeras suara secara bergantian dari perwakilan LSM, mahasiswa dan pimpinan Pondok Pesantren Nizhammuddin H. Zulkifl Said, selaku pelapor atas imbas limbah yang mencemari Sungai Kuku dekat Ponpesnya, berorasi meminta pertanggungjawaban pihak perusahan atas limbah yang sudah mencemari lingkungan.

Kepada wartawan, H. Zulkifli Said selaku pelapor yang merasa dirugikan atas imbas limbah PKS yang dibuang di Sungai Kuku, meminta perusahaan bertanggungjawab.

"Kita menutut pihak perusahaan bertanggunjawab, karena sudah tiga kali persahaan lakukan pencemaran limbah di pondok pesantren kita. Pertama pada tanggal 31 Oktober 2014 dilakukan pertemuan dengan pihak ke 3, lalu 13 Februari 2016 sudah dilaporkan ke Polres Rohul tapi tidak ditindaklanjuti,"

"Yang kena dampak langsung adalah kita,  karena kita berinteraksi langsung dengan masyarakat di pondok pesantren," ucap Zulkifli. 

Sementara itu, penanggung jawab aksi damai dari KOJOM Rohul Mintareja mengatakan, aksi mereka merupakan gabungan LSM, mahasiswa dan masyarakat, yang intinya menuntut pertanggungjawaban pihak perusahaan atas limbah mereka.

Mintareja membacakan pernyataan sikap, berisi bahwa sebagai gabungan organisasi masyarakat yang memang sengaja langsung dikuasakan oleh pondok pesantren Nizhammuddin ke KOJOM sebagai pendampingan dalam penyelesaian terkait limbah yang dilakukan oleh PTm Era Sawita.

"Sikap kita jelas secara tertulis sudah disampaikan, bahwa kita ingin segera penyelesaian itu lebih lanjut, baik secara pidananya dengan cara pencabutan izin perusahaan PT. Era Sawita. Karena kita sudah mengantongi dokumen-dokumen yang memang betul-betul mereka sudah tidak berhak lagi untuk berada di Rohul," ungkapnya.

Baca Juga :

Mintareja meminta ketegasan pemerintah dalam hal ini, untuk segera memberikan sanksi hukum ke Era Sawita. Karena di dalam aturan undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 itu jelas dituangkan terkait pengelolaan ataupun terkait dampak dari pada limbah.

"Sehingga kita minta segera diberikan sanksi, segera dijatuhkan denda sesuai dengan undang-undang. Itu saja harapan kita. Dan alhamdulillah tadi kita sudah dengar dan Kita kontaknya aksi damai tentu kita berharap dari pemerintah dan sudah diberi garansi oleh Polres Rohul, pada Selasa Pekan depan Kapolres Rohuk dalam pernyataan yang diwakili oleh Kapolsek kepenuhan AKP Dasril , tadi jelas-jelas mengatakan ini akan segera di mediasi secepatnya,"

Setelah didesak massa agar pimpinan PKS menemui massa, akhirnya Samandikan selaku kepala PKS PT. Era Sawita bersedia menemui massa.

Dirinya menyatakan, bahwa segala masukan yang siamapaikan dalam orasi massa KOJOM Rohul, nantinya akan disampaikannta ke management yang ada di kantor pusat.

"Saya punya managemen, kita hanya sebagai pekerja disini. Dan segala sesuatunya akan disampaikan, apapun keputusan managemen nanti kita lihat," kata Kepala PKS singkat ke massa. 

Setelah mendapatkan jawaban dari kepala PKS walaupun belum memuaskan, massa akhirnya membubarkan diri dengan cara konvoi kendaraan, sama saat berangkat ke PKS. Aksi berlangsung damai, dan tidak ada kerucuhan. (Fjr)

Rekomendasi Untuk Anda