Ninik Mamak Luhak Tambusai Nilai Polres Rohul Lamban Penanganan Premanisme

31 Mei 2022, 10:45:48 WIB

By Paw

Ninik Mamak Luhak Tambusai Nilai Polres Rohul Lamban Penanganan Premanisme

 

 

Rohul Today - Puluhan Ninik mamak Luhak Tambusai kecamatan Tambusai kabupaten Rokan hulu datangi kantor DPRD Rokan hulu, para Ninik mamak Luhak Tambusai mengaku kecewa dengan kinerja aparat Kepolisian Resort Rokan Hulu (Polres Rohul) terkait penanganan kasus premanisme yang terjadi di Tambusai beberapa waktu lalu.

 

Sebagai bentuk kekecewaan,  tokoh masyarakat adat Luhak tambusai mendatangi  Kantor DPRD Kabupaten Rokan Hulu untuk mengadukan keluh kesah mereka. 

 

Kedatangan Tokoh Adat Tambusai tersebut disambut Wakil Pimpinan DPRD Rohul Nono Patria Pratama bersama Anggota DPRD Rohul Asal Dapil Kecamatan Tambusai Riyomi Ihsan. 

 

Baca Juga :

Ketua Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Tambusai Tengku Abdurrahim menjelaskan meski sudah 14 Hari terjadi, namun hingga kini kasus penganiayaan terhadap 5 Anak di bawah umur di wilayah Dalu-Dalu pada 16 Mei 2022 lalu tidak kunjung ada kejelasan. 

 

Pelaku utama penganiayaan berinisial Al hingga kini belum di tahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. 

 

Tokoh adat Luhak Tambusai juga menyesalkan pernyataan Kapolres Rokan Hulu AKBP Eko Wimpiyanto Harjito yang mengatakan kejadian tersebut adalah perkelahian antara pemuda desa Batang Kumu dengan Pemuda Tambusai Tengah. 

 

Pernyataan kapolres ini, lanjut Abdurahim dinilai mengaburkan substansi masalah yang sesungguhnya yakni adanya tindak premanisme yang dilakukan Al cs terhadap anak di bawah umur di kelurahan Tambusai Tengah. 

 

"Ini merupakan kriminal murni yang tidak bisa dimaafkan. Problemnya adalah ini adalah aksi premanisme sehingga tidak bisa diselesaikan dengan hukum adat" 

 

 

Kami mendesak pihak kepolisian agar berlaku profesional dengan melakukan tindakan hukum terhadap pelaku. Pasalnya, masyarakat Adat Luhak Tambusai saat ini sudah resah dikarenakan penegakkan hukum terhadap pelaku yang seolah kebal hukum. 

 

"Kita melihat penganan kasus  ini lamban, orang yang sudah jelas-jelas melakukan kejahatan, melakukan penyerangan terutama korbannya di bawah umur tidak di proses dan ditangkap. " Sebutnya.

 

Sementara Kuasa Hukum Korban Penganiayaan , Yasril alex SH MH. Menurutnya, dari sisi Hukum Acara Pidana, Kepolisian tidak memiliki alasan untuk tidak menahan terduga pelaku AL Cs karena Kepolisian sudah memiliki 2 Alat Bukti yang cukup. beberapa alat bukti yang dimaksud yakni, sudah adanya hasil Pemeriksaan Visum serta Keterangan dari 5 Saksi Korban. 

 

" dengan tidak di tahannya terduga pelaku, kami khawatir terduga pelaku dapat melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi tindak pidana" ucapnya.

 

 

Kapolres Rohul harus tegas menangkap pelaku karena kasus penganiayaan yang terjadi adalah kasus pidana anak yang deliknya khusus. 

 

"Tidak ada alasan Kapolres tidak mempercepat proses penanganan kasus ini,  kita tidak tahu apa yang membuat Kapolres tidak melakukan penangkapan terhadap pelaku." Tambahnya. 

 

Masih ditempat yang sama wakil Ketua DPRD Rohul Nono Patria Pratama yang menyambut Aspirasi masyarakat Tambusai mengatakan DPRD Rohul pada intinya sepakat mendukung Polres Rohul dalam membrantas segala bentuk premanisme. 

 

Nono menyatakan DPRD menghormati proses hukum yang kini tengah dilakukan oleh pihak kepolisian. Disinggung apakah DPRD bakal mengundang Pihak Polres Rohul untuk menjelaskan duduk perkara ini, nono menyatakan dirinya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pimpinan DPRD dan Komisi terkait. 

 

" Namun pada prinsipnya kami yakin, kepolisian bisa menyelesaikan permasalahan ini, mari kita tunggu " Imbau nya. (Rht/pw)

 

Tag :

Rekomendasi Untuk Anda