Kapolres Rohul : Keluarga, Perisai terkuat Tangkal Narkoba

01 Apr 2019, 14:16:42 WIB

By Ari Fijri

Kapolres Rohul : Keluarga, Perisai terkuat Tangkal Narkoba
Penyuluhan tentang bahaya Narkoba kepada anak-anak.

PASIR PENGARAIAN - Untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Rohul, bersama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, taja penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

Konseling tentang bahaya narkoba diikuti oleh ratusan siswa sekolah menengah dari 4 kecamatan, orang tua, dan Dharma Wanita diadakan di Convention Hall Islamic Center, Minggu (31 Maret 2019).

Kegiatan dibuka oleh Kapolres Rohul, AKBP M. Hasyim Risahondua, S.IK, M.Si, didampingi oleh Waka Polres, Kompol Willy Kartamanah, pelaksana Harian BNK Rohul, AKP Masjang Effendi, perwakilan BNNP Riau, sebagai nara sumber, Mirah Benita SH, dr. Indah Triana dan Perwakilan Kacab, Disdik, Iskandar, juga hadir para Kabag, Kasat dan Kapolsek jajaran polres Rohul.

Baca Juga : Edy Natar Syukuran dengan Masyarakat Rohul

Kapolres Rohul, AKBP M. Hasyim Risahondua, ketika ia membuka penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, mengungkapkan bahwa narkoba adalah musuh bersama. Bukan hanya musuh polisi, tetapi semua elemen masyarakat juga musuh narkoba. Untuk alasan ini, diperlukan kerja sama yang kuat antara elemen-elemen masyarakat.

AKBP M. Hasyim mengakui bahwa perdagangan narkoba tidak hanya ditujukan untuk orang dewasa, tetapi siswa juga telah menjadi target penyebaran narkoba, sehingga perisai atau penangkal yang paling kuat adalah peran keluarga atau orang tua

"Yang paling penting untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan menjadi perisai terkuat adalah peran keluarga, terutama orang tua," katanya.

Baca Juga : Janda Muda di Rambah Samo Barat Ditemukan Tewas Dengan Kepala Berlubang

Baca Juga :

Dia mengatakan bahwa topik konseling sangat tepat, yaitu, "menjauhkan keluarga kita dari narkoba, memberi tahu keluarga tentang bahaya narkoba, hidup dengan cara yang sehat dan terhormat tanpa narkoba".

Menurutnya, keluarga adalah orang terdekat yang dapat menghindari bahaya narkoba, sehingga penyuluhan ini lebih berkaitan dengan peran keluarga dalam memahami bahaya narkoba bagi anggota keluarga, terutama bagi pelajar.

AKBP Hasyim mendesak keluarga untuk aktif dalam memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba. Kepada para pelajar, jangan coba-coba dengan namanya narkoba.

"Berharap dengan penyuluhan ini, peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Rohul bisa berkurang," katanya.

Baca Juga : Mantan bupati Rohul Achmad, Panen Lengkeng bersama Masyarakat

Kemudian, ketua Harian BNK, Rohul, AKP Masjang Effendi, mengungkapkan bahwa peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah sekitar 400 orang, termasuk pelajar, orang tua, Darma Wanita pemkab Rohul dan persit.

Dia menambahkan, untuk kasus narkoba di Rohul, setiap tahun meningkat, karena pada 2017 ada 105 kasus narkoba yang berhasil diungkap, jumlah ini meningkat pada 2018 dengan 125 kasus.

"Kami berharap bahwa di tahun-tahun mendatang dengan diadakannya penyuluhan ini narkoba akan berkurang, kami juga meminta orang tua berperan aktif dalam merawat anak-anak mereka," katanya. (Fjr)

Rekomendasi Untuk Anda