Belasan Warga Lubuk Bandung Hulu di Desa Koto Tinggi Terserang DBD

03 Apr 2019, 16:21:28 WIB

By Ari Fijri

Belasan Warga Lubuk Bandung Hulu di Desa Koto Tinggi Terserang DBD
Petugas Kesehatan, gelar pogging dan goro bersama bersihkan sarang nyamuk, setelah belasan warga di Dusun Lubuk Bandung Hulu Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah tersedang DBD

PASIR PENGARAIAN - Belasan warga Dusun Lubuk Bandung Hulu, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah, telah terserang deman Berdarah Dengue (DBD). Kini petugas Puskesmas Rambah sudah melakukan Pogging sebanyak 2 kali dan goro pemberantasan sarang nyamuk(PSN).

Setelah sebelumnya, santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Mukhlisin dan 6 warga wilayah RT 01 RW 01 dan RT 01 RW 02 Dusun Lubuk Bandung Hulu yang menderita demam tinggi dan diduga terserang demam berdarah.

"Anak saya, M. Abdilah (10 tahun), terpaksa dibawa ke Rumah Sakit Surya Insasi dan menjalani perawatan 5 hari dengan biaya BPJS. Trombosit anak saya turun dan terkena gejala DBD namun menurut Rumah Sakit Ibnu Sina, sekarang sudah sembuh dan bisa kembali ke sekolah, "kata Hifni Soba, warga Lubuk Bandung Hulu, Rabu (3/4/2019).

Tiga hari yang lalu, Hifni Soba menjelaskan, ada dua warga lainnya, yaitu istri anggota polisi Hendri, dan putra imam masjid Al Iklhas, H. Maisiduddin, harus dibawa ke rumah sakit harus dirawat karena juga menunjukkan gejala demam tinggi.

Menanggapi temuan mengenai puluhan warga yang terserang demam berdarah, kepala dinas kesehatan (Diskes) Rohul Dr. Bambang didampingi oleh Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) Dr. Darmadi Lubis menghimbau masyarakat untuk melakukan gaya hidup sehat dengan menerapkan 3 M.

Kadiskes Dr. Bambang menghimbau kepada orang-orang untuk memberantas sarang nyamuk di lingkungan dengan 3 M. Baik kaleng dan botol bekas, termasuk ban bekas. Kemudian, pogging yang dilakukan oleh petuhas hanya menghilangkan nyamuk dewasa, larva tidak bisa diberantas.

"Kuncinya, gotong royong paling utama, dengan membersihkan dan memberantas sarang nyamuk. Pogging hanya untuk memutus rantai penularan demam berdarah saja, karena bahwa umur nyamuk hanya 7 hari, tetapi jika sarang nyamuk diberantas, nyamuk tidak akan lagi berserakan, " kata kepala dinas kesehatan Bambang.

Pogging juga hanya berjarak 100 meter, karena jangkauan nyamuk hanya 100 meter. Karena itu perlu kesadaran masyarakat diperlukan melalui PSN.

Baca Juga :

Selasa lalu, petugas Pusat Kesehatan Masyarakat Rambah, Yulianto dan petugas lainnya untuk kedua kalinya gelar "pogging" dan goro dengan membersihkan lingkungan desa Koto Tinggi.

"Karena kalau hanya dipogging, tidak ada manfaatnya, jadi goro harus dilakukan dengan membersihkan lingkungan, PSN dan daerah-daerah yang menjadi tempat nyamuk bersarang" Kata Yuli.

Diakui oleh kabid P2P Diskes Rohul Dr. Darmadi Lubis, menurut data yang diberikan oleh petugas DBD pada Januari 2019, ada 14 orang, pada 15 Februari dan Maret, ada 20 orang. (Fjr)

Rekomendasi Untuk Anda