Anggota DPRD Partai PKB ini Ajak Pemkab Rohul Bantu Ponpes Hadapi New Normal

09 Jun 2020, 16:18:02 WIB

By Ari Fijri

Anggota DPRD Partai PKB ini Ajak Pemkab Rohul Bantu Ponpes Hadapi New Normal
Anggota DPRD Rohul dari Partai PKB, Emon Casmon

PASIR PENGARAIAN - Anggota DPRD Rohul dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Emon Casmon, turut prihatin akan kondisi Pondok Pesantren (Ponpes) yang kini kesulitan akibat terhentinya Proses belajar mengajar dampak Pandemi COVID-19.

Terkait hal ini, Emon meminta dan mengajak Pemkab Rohul, hadir dan memberikan perhatian kepada pihak Ponpes. Terutama, persoalan yang dihadapi Ponpes di masa Pandemi adalah kesulitan Finansial.

"Dimasa pandemi pengasuh Ponpes harus memenuhi kewajiban membayar gaji pengajar yang dirumahkan. Kemudian, memasuki Era “ New Normal", Ponpes juga harus dibebani dengan pemenuhan Sarana dan Prasarana Protokol Kesehatan," kata Emon.

Sikapi situasi itu, Wakil Rakyat tergabung dalam Fraksi Membangun Nurani Bangsa (MNB) mengetuk hati Pemkab Rohul agar bisa membantu Ponpes dalam menghadapi Era New Normal sehingga keberadaan Ponpes dapat eksis,"

“Di Rohul ada sekitar 25 Ponpes, dimana ada sekitar 10 ribu santri dan 1.500 pengajar yang menggantungkan perputaran ekonominya dari kehidupan pesantren. Dimasa normal Ponpes ini eksis melalui swadaya masyarakat. Namun situasi Pandemi seperti kini mereka butuh sentuhan dari Pemerintah daerah," harap Emon Casmon ,Jumat (5/6/2020).

Menurut Emon, kini masih banyak Ponpes di Rohul yang belum memenuhi standar Kesehatan terlebih Protokol Pencegahan COVID 19 untuk menjalankan Konsep New Normal.

Kebutuhan sarana dan prasana, meliputi pusat kesehatan Ponpes beserta tanaga dan alat medis, sarana MCK yang memenuhi standar COVID 19, wastafel Portable dan penyemprotan disinfektan, alat pelindung diri, alat Rapit Tes, Hand Sanitizer dan masker. Kebutuhan penambahan ruangan untuk ruang karantina, isolasi mandri, ruang asrama dan ruang kelas untuk memenuhi Penerapan Phiscal Distancing.

“ini harus segera disikapi pemerintah daerah apabila dibiarkan tanpa ada intervensi dan bantuan dari pemerintah pesantren dan segala potensinya akan menjadi problem yang besar," ujarnya.

Baca Juga :

Lanjut Emon, Pemkab Rohul juga diminta berikan bantuan ke pondok pesantren dalam bentuk memfasilitasi rapit tes dan pemeriksaan swab masal untuk seluruah kiyai, santri sebagai penanda dimulainya kegiatan belajar di pesantren serta Pemenuhan Kebutuhan Pangan dan ekonomi pesantren untuk santri yang kembali ke pesantren minimal 14 hari.

“Kita akan perjuangkan alokasi anggaran Khusus, yang bersumber dari APBD dan APBD guna memenuhi standar new normal baik dari kemendikbud dan kementrian agama termasuk digitalisasi proses belajar mengajar di pesantren untuk mendukung pesantren menghadapi New Normal ini," jelas Emon Casmon. (Fjr)

Rekomendasi Untuk Anda