41 Pasien Postitif TB Paru dapatkan Pengobatan Rutin di Puskemas Rambah

10 Sep 2019, 07:39:49 WIB

By Ari Fijri

41 Pasien Postitif TB Paru dapatkan Pengobatan Rutin di Puskemas Rambah
Tuberculosis

PASIR PENGARAIAN – Melalui Program Nasional Peberantasan Penyakit Menular TB Paru (P2MTB), Puskemas Rambah lakukan pengobatan secara rutin kepada 41 pasien positif menderita Tuberclosis (TB) Paru.

Disampaikan Kepala Puskesmas (Kapus) Rambah, Syafrinaldi S. KM melalui penanggung jawab Poly TB Paru H. Sulaiman. AMK, Senin (9/9/2019) bahwa, target penemuan TB BTA (Basil Tahan Asam) positif 2018 yakni untuk 64 orang.

"Penemuan dan pengobatan yang baru tercapai 41 orang positif Tb Paru ke Puskemas Rambah.”

Baca Juga : 70 ASN di Rohul Ikut Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa

“Karena para pasien cendrung memeriksakan diri dan lakukan pengobatan ke RSUD Rohul. Sehingga tidak tercapai terget temuan penderita Tb Paru," jelas H.Sulaiman.

Tetapi kata Sulaiman, penemuan pendeirta Tb Paru di kecamatan Rambah bisa lebih meningkat dengan dilakukannya penyuluhan Tb Paru ke 13 dan 1 kelurahan di kecamatan Rambah dari petugas puskesmas.

"Kemudian, selama ini banyak masyarakat tidak mengetahui bahwa di Puskemas sudah ada pengobatan gratis secara berkelanjutan selama 6 bulan atau sampai sembuh yang diperuntukkan bagi masyarakat yang positif menderita Tb Paru.Padahal ini program nasional P2MTB untuk penyakit Tb Paru (P2MTB)," tambah H.Sulaiman.

Baca Juga : Ketua Bhayangkari Polda Riau Santuni Anak Yatim dan Gelar Donor Darah di Rohul

Dalam penangangan pasien Tb Paru, Puskemas Rambah akan lakukan pemeriksaan. bila sudah terdeteksi Puskemas positif Tb Paru maka mereka diperiksa rutin 4 kali dalam 6 bulan pengobatan. bahkan mereka rutin ke puskesmas dan mendapatkan pelayanan pengobatan, baik Cek pemeriksaaan kesehatan dan pemberian obat anti Tb Paru secara gratis mulai dari awal hingga 6 bulan.

Ditanya jumlah kunjungan suspek Tb Paru dalam setahun di Puskemas Rambah, diakui Sulaiman terdata ada 480 kunjungan selama 2018 dan yang positif mengidap Tb Paru 41 orang.

Baca Juga :

Sulaiman juga menghimbau masyarakat, bila mengalami gejala batuk menetap lebh dari 2 minggu, disertai sesak nafas, nyeri dada, demam, bekeringat malam dan berat badan menurun, berkurangnya produktiiftas atau semangat menurun agar segera memeriksakan diri ke Puskemas.Karena itu tanda atau ciri ciri gejala terkena Tb Paru.

Baca Juga : Huawei Perkenalkan Kirin 990 dan Kirin 990 5G

"Bila.tidak cepat diobati, maka akan menular ke orang tetdekat, karena penularannya melalui saluran petnafasan. Apalagi penyakit Tb Paru termasuk penyakit mematikan dan kronis yang menyerang paru paru bila tidak cepat diobati," katanya.

Kemudian bagi penderita Tb Paru, mereka rentan di suhu dingin. Upaya pencegahan penularan yakni dengan mengenakann masker bagi penderita,sehingga tidak menularkan ke orang lain rerutama ke keluarga yang tinggal se rumah.

"Tb Paru merupakan penyakit kronis menahun, namun bila tidak diobati membahayakan. Pasien kita yang saat ini kita tangani, mereka kebanyakan kaum pekerja keras tidak kenal waktu sehingga sangat mudah tertular.Dari 41, ada 26 pasien lelaki 15 perempuan," (Fjr)

Rekomendasi Untuk Anda