Kapolres akan Tindak Kendaraan Tangki Modifikasi Pelangsir BBM

13 Jan 2020, 12:00:43 WIB

By Ari Fijri

Kapolres akan Tindak Kendaraan Tangki Modifikasi Pelangsir BBM
Antrian ratusan kendaraan roda empat, roda tiga maupun roda dua di SPBU Kecamatan Rambah Samo saat akan mengisi premium.

PASIR PENGARAIAN - Pelangsiran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium saat ini kian meresahkan masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Mekipun telah ada larangan pembelian premium dengan menggunakan derigen. Akan tetapi, larangan itu tidak membuat oknum pelangsir BBM berhenti, dan kehabisan akal.

Muncul cara baru dengan menggunakan kendaraan yang tangki BBM nya sudah di modifikasi. Hampir semua kendaraan yang digunakan membeli BBM jenis Premium tersebut diduga sudah dimodifikasi terutama di bagian tangki.

Para pelangsir melakukan antrian untuk mendapatkan premium, bukan hanya di satu SPBU saja. Bahkan mereka antrian di sejumlah SPBU yang membebaskan pembelian oleh pelangsir, karena pihak SPBU akan mengenakan biaya tambahan bagi pelangsir yang beli premium ke SPBU mereka.

"Hampir di semua SPBU, mulai Tambusi, Rambah Hilir, Kepenuhan, Kunto Darussalam, Ujung Batu memberlakukan pembelian premium bebas bagi pelangsir. Sehingga, berharap Pemkab Rohul dan kepolisian bisa melakukan tindakan tegas ke SPBU yang masih melayani pembelian premium ke pelangsir. Juga polisi agar menindak para pelangsir yang memodifikasi tangki kendaraan mereka," harap seorang warga Ari

Para pelangsir BBM jenis premium ini menyebabkan masyarakat umum tidak lagi mendapat kesempatan membeli BBM jenis Premium. Karena sebelum pasokan premium tersedia di SPBU, antrian kendaraan yang diduga para pelansir sudah mengulat hingga ke jalan raya.

Bahkan masyarakat kini hanya bisa membeli BBM jenis Pertamax maupun Pertalite saja, sedangkan BBM jenis premium sudah "diborong" para pelangsir BBM yang nantinya akan dijual kembali.

“Gimana kita mau membeli premium, antrian saja sudah panjang. Sebenarnya kita ingin membeli premium,karena harganya terjangkau. Namun karena antrianya panjang kita terpaksa mengisi Pertalite," ucap Yan, Jumat (10/1/2020).

Baca Juga :

Sikapi Keluhan warga, Kapolres Rohul AKBP Dasmin ginting menegaskan, pihaknya berkomitmen mengawal pendistribusian ketersediaan BBM sesuai MOU antara Kapolri, Mendagri dan Pertamina.

Bahkan Kapolres menegaskan, jika melangar aturan kendaraan modifikasi yang digunakan untuk melakukan pelangsiran BBM pihaknya akan melakukan tindakan tegas, sesuai aturan yang berlaku.

"Bila memang itu ada kita akan lakukan penindakan tegas," janji Kapolres Rohul

Kapolres juga menyatakan, dari awal pihaknya siap mengawal penyediaan dan pendistribusian BBM di wilayah hukum Rohul. Namun dalam pengawasan BBM ini, Polri juga akan melihat situasi jarak tempuh antar daerah di Rohul yang kebanyakan masih belum ada fasilitas SPBU.

"Kita tidak selalu berpatokan dengan hukum, setahu saya ada aturan dari pertamina yang memperbolehkan karena faktor jarak daerah yang jauh dari SPBU," ucap Kapolres.

Dimana sebelumnya, Menteri ESDM meminta Kapolri, Mendagri dan Pertamina juga ikut menjamin layanan penyediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak kepada masyarakat.

Pengawasan bersama ini difokuskan untuk jenis BBM tertentu (JBT) seperti jenis minyak solar dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) jenis premium di seluruh wilayah indonesia sehingga pendistribusiannya tepat sasaran. (Fjr)

Rekomendasi Untuk Anda