Ekspos di Mapolres Rohul, Tersangka Karlahut Akui Bakar Lahan untuk Tanam Padi

27 Agu 2019, 08:20:26 WIB

By Ari Fijri

Ekspos di Mapolres Rohul, Tersangka Karlahut Akui Bakar Lahan untuk Tanam Padi
kapolres,wakapolres, kasat Reskrim, ekspose tersangka karlahut di Rambah Hilir, dengan tersangka beserta barang bukti yang diamankan polisi, di mapolres Rohul.

PASIR PENGARAIAN - Tersangka kasus kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Desa Muara Musu, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), inisial Ir, akui dirinya tidak ada yang menyuruh untuk membakar lahan.

Itu diakui‎ tersangka Ir, ketika ekspos yang dipimpin Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua SIK, M.Si, didampingi Waka Polres Rohul Kompol Willy Kartamanah, dan Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Aslely Farida Turnip di Mapolres, Senin (26/8/2019) sore.

Tersangka mengakui,‎ sudah mengetahui, ada larangan membakar lahan, namun dirinya tetap membakar lahan bekas tanaman karet yang sudah tua dengan tujuan ditanami padi darat atau padi gogo.

Baca Juga : 80 PNS Rohul Ikuti Pelatihan dan Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa

"Untuk menanam padi pak," kata Ir, dan mengatakan membakar lahan atas inisiatif sendiri, dan tanpa izin dari pemiliknya yang belakangan diketahui lahan milik pamannya.

Ir juga juga mengaku tidak mempunyai cara lain untuk membersihkan lahan yang sudah diimas tumbang sekira seluas 1,5 Ha tersebut. Ir juga mengatakan, kalo lahan itu untuk yang ketiga kalinya melakukan pembakaran lahan.

"Saya menyesal pak," ucap Ir, dan berpesan ke masyarakat yang akan membuka lahan untuk mengikuti peraturan undang-undang.

Sementara, Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua mengatakan tersangka Ir ditangkap Tim Satgas Karlahut yang tengah patroli di Dusun Muara Musu Desa Muara Musu, Kecamatan Rambah Hilir pada‎ Selasa sore (20/8/2019) sekira pukul 14.30 Wib.

Baca Juga : Sekwan Surati Parpol Terkait Pelantikan Anggota DPRD 2019-2024

AKBP Hasyim mengungkapkan tersangka sudah punya rencana membuka lahan bekas tanaman karet‎ tua tersebut dengan cara imas tumbang, lalu membakarnya sejak Juli 2019.

Aksi pembakaran lahan kembali diulang pada 19 Agustus 2019. Namun saat pem‎bakaran lahan dilakukan tersangka pada 20 Agustus 2019 diketahui Tim Satgas Karlahut dari Polsek Rambah Hilir, Koramil 02 Rambah, dan BPBD Rohul.

"Ketahuannya karena data satelit BMKG mendeteksi bahwa ada titik panas‎ di daerah Rambah Hilir," ungkap Kapolres.

Selain menangkap Ir disaksikan ibu tersangka, polisi juga menyita sebuah parang, bensin dicampur oli kotor di dalam botol bekas air mineral, korek atau mancis,‎ dan beberapa belahan kayu yang sudah terbakar.

Baca Juga : Olimpiade Tokyo 2020, Medali Terbuat dari Limbah Elektronik

Atas perbuatannya membakar lahan, tersangka Ir terancam Pasal 69 jo 108 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2019, ancaman kurang lebih 3 tahun sampai 10 tahun penjara. (Fjr)

Rekomendasi Untuk Anda