Pagi ini Rohul diselubungi Asap Tebal, Sekolah Libur

13 Sep 2019, 10:02:46 WIB

By Ari Fijri

Pagi ini Rohul diselubungi Asap Tebal, Sekolah Libur
Kepala BPBD Rohul, ikut membagikan masker gratis ke pengendara di jalan raya kawasan Taman Kota, Pasir Pengaraian.

PASIR PENGARAIAN – Asap tebal selubungi sejumlah wilayah di Rokan Hulu (Rohul). Ketebalan asap sudah sangat mengkhawatirkan, jarak pandang pun di beberapa kecamatan sangat terbatas.

Dampak buruk asap Karlahut di Rohul bukan hanya mengganggu kesehatan masyarakat, terutama menyebabkan penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Sekolahpun telah memperpanjang waktu libur karena keadaan asap semakin tebal.

Upaya mengantisipasi dampak buruk kabut asap semakin meluas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rohul‎ bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohul sudah membagikan masker gratis ke pengendara.

Baca Juga : Pilkada Rohul 2020 : Indra Gunawan Pengusaha Muda Rohul Siap Maju

Diakui Kepala BPBD Rohul H. Zulkifli Said mengatakan ada sekitar 6.000 helai masker (120 kotak) yang akan dibagikan instansinya bersama Dinkes Rohul ke masyarakat, terutama para pengendara.

Zulkifli juga mengaku pembangian masker rencananya akan dilaksanakan di dua titik, yaitu di Taman Kota Pasir Pengaraian, dan menyusul pembagian masker di depan Masjid Agung Islamic‎ Center Pasir Pangaraian

Dikatakan Zulkifli, bahwa pembagian masker di Taman Kota Pasir Pengaraian, Senin siang kemaren,‎ melibatkan petugas BPBD Rohul, Dinkes Rohuk, PMI Rohul dan mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian atau UPP.

"Hari ini baru satu titik. Rencana ada dua titik, termasuk di depan Islamic Center," jelas Zulkifli Said di sela pembagian masker di Taman Kota Pasir Pangaraian, Senin siang.

Baca Juga : Bupati Sukiman Kunjungi Tempat Kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan

Zulkifli juga mengaku, kadar kabut asap Karlahut di Kabupaten Rohul belum diketahui, pasalnya Rohul sendiri belum alat ukur kualitas udara sampai saat ini.

"'Kondisi (kabut asap) di Rohul kita nggak tahu, cuma yang jelas surat edaran Gubernur ini sudah tingkat membahayakan (kesehatan), dan sampai hari ini sudah meliburkan anak sekolah‎, khusus anak sekolah dasar dan SMP di Rohul," ucapnya.

Zulkifli menuturkan,libur‎ sekolah untuk pelajar mulai tingkat PAUD, TK, SD sampai SMP se-Kabupaten Rohuk sesuai surat edaran Dinkes Rohul Nomor: 421/ DPPO-Set/ 4128/ 2019, tanggal 9 September 2019, tentang pemberitahuan libur sekolah selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu.

Sambung Zulkifli, untuk jarak pandang di Pasirpangaraian dan sekitarnya masih normal, namun di Kecamatan Bonai Darussalam dan Kota Lama Kecamatan Kepenuhan jarak pandang sekitar 150 meter.

"Karena kecamatan itu dekat dengan titik api disana mungkin kita nggak tahu‎," kata Zulkifli, dan mengaku untuk hari ini titik api di Rohul masih nihil.

Baca Juga : Bupati Sukiman buka Lomba Pacu Sampan di Danau Purieh

‎Sedangkan menurut Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Rohul, Nana Sumpena, mengatakan jumlah penderita ISPA belum diterima seluruhnya dari 21 Puskesmas yang ada di Kabupaten Rohul, terutama Puskesmas yang dekat dengan titik api Karlahut.

Penderita ISPA di Kabupaten Rohul diakui Nana, bisa dikarenakan dampak kabut asap Karlahut, dan debu dampak pembangunan jalan yang menggunakan pasir batu atau Sirtu.

‎"Sekarang lebih banyak dari asap," tambah Nana, dan mengaku Dinkes Rohul juga akan bagikan 10 ribu helai masker di setiap Puskesmas, namun sejauh ini masing-masing Puskesmas baru menerima 4.000 helai masker.

Diakuinya, untuk penderita ISPA dampak Karlahut bisa berobat gratis di Puskesmas, terutama bagi masyarakat Rohul dibuktikan dengan kartu keluarga (KK), atau bisa pakai kartu BPJS, KIS, BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga : Melirik iPhone 7, Smartphone Lawas Harga Terjangkau

Selain itu, menghindari terserang ISPA dampak Karlahut, Nana mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama musim kabut asap. Bila memang harus keluar rumah diminta harus memakai masker. (Fjr)

 

Rekomendasi Untuk Anda